DASAR-DASAR BIOLOGIS DAN PRILAKU
Dosen pembimbing; Dra. Hj. Ine Handayani, MM
Oleh;
M.
Azis Latif
Ahmad
Baekuni
Abdul
ghani
FAKULTAS
AGAMA ISLAM
JURUSAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNUVERSITAS
IBN KHALDUN
2014-2015
__________________________________________________________________________________
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah
swt. karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah tentang Pemanfaatan Plastik Sebagai Barang Berguna ini
dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga
kami berterima kasih pada Ibu Dra. Hj.Ine Handayani, MM yang telah memberikan
tugas ini kepada kami.
Kami berharap adanya kritik, saran
dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
___________________________________________________________________________________
FUNGSI
3 JENIS SEL TUBUH
A. Sistem
saraf simpatetis ( Sympathetic nervous system ) yang mengubah tubah
Sistem
saraf parasimpatetis ( parasympathetic nervous system) yang menenagkan tubuh
Fungsi
dari saraf simpatetik
1.mempercepat
denyut jantung
2.
mempersempit diameter pembuluh darah
3.
memperlambat proses pencernaaan
4.
memperkecil bronkus
5.
menurunkan tekanan daraah
6. memperlambat gerak perastalsis
B. Sistem
saraf pusat ; mengolah tanda –tanda menginterpretasikannya sebagai kata-kata
Selagi
anda mengingat pokok –pokok penting dan merencanakan cara-cara untuk membuat
hakim tetap bersahabat.
C. Sistem
saraf Tepi
Sistem
saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar dan saraf tidak sadar . Sistem saraf
sadar meliputi sistem saraf kepala (kranial) . sedangkan , sistem saraf tida k sadar di bagi menjadi dua macam yaitu saraf simpatik dan parasimpatik.
Dari
segi etimologi , emosi berasal dari akar kata bahasa latin “ movere” yang
berarti “ menggerakan” , bergerak .
kemudian di tambah awalan ‘e’ untuk memberi arti “ bergerak menjauh” Emosi
adalah suatu gejala psiko-phiolog yang menimbulkan efek pada persepsi , sikap
dan tingkah laku, serta mengegawantah dalam bentuk expresi tertentu.
Sistem
sraf otonom di susun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari
sumsum tulang belakang dan menugu organ
yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing
jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion urat
sarafyang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra-gang liondan
yang berada pada ujungganglion disebut urat saraf post-gang loion. Sistem saraf
otonom berfungsi untuk mempertahankan keadaan tubuh dalam kondisi terkontrol
tanpa pengendalian secara sadar.
Hubungan
diantara keduanya sangat berkaitan , kerena sistem saraf otonom berfungsi untuk
mempertahankan keadaan tubuh dalam kondisi terkontrol tanpa pengendalian secara
sadar. Sistem saraf otonom juga disebut sistem saraf tak sadar kerena bekerja
diluar kesadaran.sedangkan emosi suatu gejala psikofhologis yang menimbulkan
efek pada persepsi, , sikap dan tingkah laku, serta mengegawantah dalam bentuk
expresi tertentu. Jadi sangat berkaitan diantara keduanya
D. Pssikologis
fisiologis
Para
peneliti yang mengkaji psikologis
fisiologis ( phsysiological psychology)
tertarik dengan berbagai proses fisik yang mendasari proses-proses
mental seperti penglihatan dan ingatan.
Para
psikolog fisiologis dapat menggunakan model hewan ( yaitu ,menggunakan hewan seperti tikus, untuk mempelajari berbagai proses yang sulit
atau mustahil diteliti dengan subjek manusia ) untuk menyelidiki pokok-pokok
bahasan seperti perkembangan sistem syaraf.
Sistem
saraf ( nervous system)
Merupakan
sirkuit komunikasi elektrokimia tubuh . bidang yang mempelajari sistem saraf di
sebut Neurosains( neuroscience), dan
orang orang yaang mempelajarinya di sebut ilmuan Neurosains ( neurosscintist).
Sistem
saraf manusia terbuat dari miliaran sel
yang saling terhubung , dan mungkin merupakan gugusan terorganisir yang paling
rumit dari materi di planet bumi. Sebuah
sentimeter kubik tunggal dari otak manusia terdiri atas lebih 50 juta selsaraf,
tiap-tiapnya berkominikasi banyak sel lainnya dalam jaringan kerja pengolahan
informasi yang membuat komputer yang paling elaboratif Terlihat primitif.
Karakteristik
Otak
dan sistem saraf memadu interaksi kita dengan dunia di sekeliling kita,
mengggerakan tubuh melalui dunia, dan mengarahkan adaptasi kita terhadap
lingkungan. Beberapa karakteristik yang luar biasa memungkinkan sistem saraf
mengarahkan perilaku kita : Kompleksitas , integrasi , adaptabilitas, dan
transmisi elektromania.
Kompleksitas Otak dan sistem saraf luar biasa rumit. Otak sendiri terdiri atas
miliaran sel saraf. Orkestrasi dari sel tubuh sel ini memungkinkan orang-orang
bernyanyi ,berdansa,menulis,berbicara dan berfikir merupakan tugas yang
mengagumkan.
Integrasi Ilmuan steven Hyman (2001) menyebut otak sebagai “ penyatu yang
hebat”. Maksudnya adalah otak melakukn tugas yang luar biasa menarik informasi
bersama-sama. Suara ,penglihatan,sentuhan,merasa,membaui,mendengar gen , dan
lingkungan otak menyatukan seluruhnya seiring dengan kitta berfungsi di dalam
dunia kita.
Adaptabilitas Dunia di seputar kita terus-menerus berubah .untuk bertahan hidup
, kita harus beradaptasi terhadap kondisi baru . Otak dan sistem saraf kita bersama.
Sama berfungsi sebagai agen dalam beradaptasi dengan dunia.
Transmisi
Elektrokimia Otak dan
sistem saraf pada dasarnya berfungsi sebagai sistem pengolahan informasi, di
perkuat oleh berbagai implus listrik dan perantara kimia ( Chichilnisky,2007 ) . ketika orang
berbicara dengan orang lain ,mereka menggunakan kata kata. Ketika berbagai
neoron berkomunikasi satu sama lainnya, mereka menggunakan berbagai kimia.
Sistem
komunikasi elektromania berfungsi sangan efektif pada kebanyakan orang untuk
memungkinkan kita berpikir dan bertindak. Namun demikian ,ketika sistem
elektrokimia mengalami korslet , seperti dalam kasus epilepsi, aliran informasi
terganggu, otak tidak mampu menyalurkan informasi dengan akurat, dan orang
tersebut tidak dapat terlibat dengan efektif dalam pemprosesan mental dan
perilaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar