Kamis, 09 Juni 2016

Fungsi 3 Jenis Sel Tubuh



DASAR-DASAR BIOLOGIS DAN PRILAKU
Dosen pembimbing; Dra. Hj. Ine Handayani, MM




Oleh;
M. Azis Latif
Ahmad Baekuni
Abdul ghani



FAKULTAS AGAMA ISLAM
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNUVERSITAS IBN KHALDUN
2014-2015

__________________________________________________________________________________


KATA PENGANTAR
 Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt. karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pemanfaatan Plastik Sebagai Barang Berguna ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Dra. Hj.Ine Handayani, MM yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

___________________________________________________________________________________



FUNGSI 3 JENIS SEL TUBUH

A. Sistem saraf simpatetis ( Sympathetic nervous system ) yang mengubah tubah
Sistem saraf parasimpatetis ( parasympathetic nervous system) yang menenagkan tubuh
Fungsi dari saraf simpatetik
1.mempercepat denyut jantung
2. mempersempit diameter pembuluh darah
3. memperlambat proses pencernaaan
4. memperkecil bronkus
5. menurunkan tekanan daraah
6. memperlambat  gerak perastalsis

B. Sistem saraf pusat ; mengolah tanda –tanda menginterpretasikannya  sebagai kata-kata
Selagi anda mengingat pokok –pokok penting dan merencanakan cara-cara untuk membuat hakim tetap bersahabat.

C. Sistem saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar dan saraf tidak sadar . Sistem saraf sadar meliputi sistem saraf kepala (kranial) . sedangkan , sistem saraf  tida k sadar di bagi menjadi dua  macam yaitu saraf simpatik dan parasimpatik.
Dari segi etimologi , emosi berasal dari akar kata bahasa latin “ movere” yang berarti  “ menggerakan” , bergerak . kemudian di tambah awalan ‘e’ untuk memberi arti “ bergerak menjauh” Emosi adalah suatu gejala psiko-phiolog yang menimbulkan efek pada persepsi , sikap dan tingkah laku, serta mengegawantah dalam bentuk expresi tertentu.
Sistem sraf otonom di susun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan  menugu organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion urat sarafyang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra-gang liondan yang berada pada ujungganglion disebut urat saraf post-gang loion. Sistem saraf otonom berfungsi untuk mempertahankan keadaan tubuh dalam kondisi terkontrol tanpa pengendalian secara sadar.
Hubungan diantara keduanya sangat berkaitan , kerena sistem saraf otonom berfungsi untuk mempertahankan keadaan tubuh dalam kondisi terkontrol tanpa pengendalian secara sadar. Sistem saraf otonom juga disebut sistem saraf tak sadar kerena bekerja diluar kesadaran.sedangkan emosi suatu gejala psikofhologis yang menimbulkan efek pada persepsi, , sikap dan tingkah laku, serta mengegawantah dalam bentuk expresi tertentu. Jadi sangat berkaitan diantara keduanya

D. Pssikologis fisiologis
Para peneliti yang  mengkaji psikologis fisiologis ( phsysiological psychology)  tertarik dengan berbagai proses fisik yang mendasari proses-proses mental seperti penglihatan dan ingatan.
Para psikolog fisiologis dapat menggunakan model hewan  ( yaitu ,menggunakan hewan seperti tikus,  untuk mempelajari berbagai proses yang sulit atau mustahil diteliti dengan subjek manusia ) untuk menyelidiki pokok-pokok bahasan seperti perkembangan sistem syaraf.


Sistem saraf ( nervous system)
Merupakan sirkuit komunikasi elektrokimia tubuh . bidang yang mempelajari sistem saraf di sebut  Neurosains( neuroscience), dan orang orang yaang mempelajarinya di sebut ilmuan Neurosains ( neurosscintist).
Sistem saraf  manusia terbuat dari miliaran sel yang saling terhubung , dan mungkin merupakan gugusan terorganisir yang paling rumit dari materi di planet bumi.  Sebuah sentimeter kubik tunggal dari otak manusia terdiri atas lebih 50 juta selsaraf, tiap-tiapnya berkominikasi banyak sel lainnya dalam jaringan kerja pengolahan informasi yang membuat komputer yang paling elaboratif Terlihat primitif.
Karakteristik
Otak dan sistem saraf memadu interaksi kita dengan dunia di sekeliling kita, mengggerakan tubuh melalui dunia, dan mengarahkan adaptasi kita terhadap lingkungan. Beberapa karakteristik yang luar biasa memungkinkan sistem saraf mengarahkan perilaku kita : Kompleksitas , integrasi , adaptabilitas, dan transmisi elektromania.
Kompleksitas Otak dan sistem saraf luar biasa rumit. Otak sendiri terdiri atas miliaran sel saraf. Orkestrasi dari sel tubuh sel ini memungkinkan orang-orang bernyanyi ,berdansa,menulis,berbicara dan berfikir merupakan tugas yang mengagumkan.
Integrasi Ilmuan steven Hyman (2001) menyebut otak sebagai “ penyatu yang hebat”. Maksudnya adalah otak melakukn tugas yang luar biasa menarik informasi bersama-sama. Suara ,penglihatan,sentuhan,merasa,membaui,mendengar gen , dan lingkungan otak menyatukan seluruhnya seiring dengan kitta berfungsi di dalam dunia kita.
Adaptabilitas Dunia di seputar kita terus-menerus berubah .untuk bertahan hidup , kita harus beradaptasi terhadap kondisi baru . Otak dan sistem saraf kita bersama. Sama berfungsi sebagai agen dalam beradaptasi dengan dunia.
Transmisi Elektrokimia Otak dan sistem saraf pada dasarnya berfungsi sebagai sistem pengolahan informasi, di perkuat oleh berbagai implus listrik dan perantara kimia  ( Chichilnisky,2007 ) . ketika orang berbicara dengan orang lain ,mereka menggunakan kata kata. Ketika berbagai neoron berkomunikasi satu sama lainnya, mereka menggunakan berbagai kimia.
Sistem komunikasi elektromania berfungsi sangan efektif pada kebanyakan orang untuk memungkinkan kita berpikir dan bertindak. Namun demikian ,ketika sistem elektrokimia mengalami korslet , seperti dalam kasus epilepsi, aliran informasi terganggu, otak tidak mampu menyalurkan informasi dengan akurat, dan orang tersebut tidak dapat terlibat dengan efektif dalam pemprosesan mental dan perilaku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar